RUMAH SEMANGAT

Semangat Yeni

Rabu, 28 Maret 2012

Menghitung Bintang


bismillahirrohmanirrohim

fabiayyi aalaairobbikumaa tukaddzibaan…

Alhamdulillah malam ini jari-jari tangan masih bisa mengetik, menuliskan segala nikmatMU yang tak terhingga. Mata ini masih bisa melihat layar monitor sehingga bisa membaca apa yang ditulis. Rabb terimakasih atas telinga yang berfungsi dengan baik, sehingga bisa nulis sambil dengerin lubang hati-nya Letto. Allah terimakasih atas gigi yang sehat jadi bisa mengunyah dengan nikmat setiap makanan yang Kau anugerahkan, terimakasih atas nikmat cuci muka, nikmat jalan kaki, nikmat mandi, nikmat mengendarai motor, nikmat memejamkan mata dengan lelap dan terbangun dengan paru-paru yang berfungsi dengan baik. Alhamdulillah.

fabiayyi aalaairobbikumaa tukaddzibaan…

sobfillah pernah menghitung bintang?hmm kalo saya sering…..

jadi teringat waktu di kontrakan bdg, langit malam bandung selalu ditaburi serbuk bintang yang berkilauan. Tak bosan-bosan nya menyapa bintang disana. Milyaran bintang bersinar membentuk rasi-rasi yang indah diatap bumi. Ada satu titik yang begitu terang. Dialah Venus, si bintang timur yang memantulkan cahaya matahari dengan sejuta pesona. Titik-titik yang lain berkelap-kelip memancarkan cahaya, sebagian memiliki spektrum yang sangat kuat, sebagian lagi lemah, sisanya tampak timbul-tenggelam. Dan semua itu membentuk harmoni yang menganggumkan, membuat langit hitam menjadi lautan permata(akhwatzone).

Pernah suatu malam saya menatap langit malam bersama adikku. “ade, sini bantu teteh menghitung bintang” pintaku sambil menatap bintang. “walah-walah gakan kehitung teeh” hehe dia tersenyum sambil mendekat ke arahku. Begitupun dengan nikmat Allah de, takkan pernah terhitung”. Malam itu kami berdua larut menikmati indahnya pancaran cahaya bintang dan hatiku diam-diam berbisik “Subhanallah indahnya”.


Sobfillah, hari ini saya baca buku “Terapi Berpikir Positif, Dr. Ibrahim Elfiky”. Subhanallah saya menemukan data yang sangat menakjubkan tentang potensi manusia.

“akal manusia memiliki 150 milyar sel lebih. Dr.Michael R. Anastasio dari Universitas Harvard menegaskan bahwa untuk menghitung jumlah sel dalam otak dibutuhkan waktu lebih dari lima ribu tahun. Sekali lagi, lima ribu tahun. Akal manusia lebih cepat daripada cahaya padahal kecepatan cahaya 186 mil/detik. Ia punya kemampuan menyimpan lebih dari 2.000.000 informasi dalam satu detik. Mata anda memiliki kemampuan untuk membedakan lebih dari 10.000.000 warna dengan cepat. Penciuman anda memiliki kemampuan mengenal lebih dari 50.000 jenis bau-bauan dalam tempo yang singkat. Indra pengecap anda memiliki kemampuan mengenali banyak benda yang dingin, hangat, manis, pahit, dan berbagai rasa lainnya. Kerja jantungpun sangat mengagumkan, meski tidak pernah anda hitung, ia berdegup lebih dari 100.000 kali setiap hari. Jika energy anda dialirkan ke satu Negara maka akan dapat menghasilkan listrik selama satu minggu.”

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya( QS: Al-Tin:4)

fabiayyi aalaairobbikumaa tukaddzibaan…

subhanallah, allahuakbar…masih mau mengeluh nie?silahkan dan kamu takkan pernah BAHAGIA karena bukan KEBAHAGIAAN yang menjadikan kita BERSYUKUR namun hati yang BERSYUKUR yang menjadikan kita BAHAGIA, Right??????

Nah sobfillah ada yang mau bantu saya menghitung bintang?ups maksudnya menghitung nikmat Alloh. Takkan pernah terhitung ya. Memandang langit malam yang bertabur bintang juga satu kenikmatan yang Allah berikan, coba lihat orang yang terbaring sakit dan dirawat dirumah sakit, ataupun dirawat dirumah, tak bisa dia menkmati indahnya kerlip bintang dilangit. Iya kan?. Dan nikmat termahal yang allah berikan pada kita semua yaitu nikmat iman islam. Alhamdulillah dalam hidup yang hanya sekali ini Allah beri kesempatan untuk bisa mengenal Allah, Mengenal Rasulullah, mengenal kehidupan para sahabat Rasul. Sobfillah yang saya cintai fillah lilah, tiba-tiba saya teringat salah satu cerpen Ustad Pizaro di FB nya, Matinya Sang Ratu Psikologi: Sebuah Cerpen Islamic Worldview (Part I)

Kisah tentang seorang mahasiswi bernama Annisa Santilana, namun ia biasa dipanggil Ana. Seorang mahasiswi yang gila karena mencari Tuhan. Saya tuliskan penggalan ceritanya, simak baik-baik yuuu….:

Satu-satunya mahasiswi ITB yang pindah ke Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) hanya karena penasaran apa betul Tuhan itu ada. Ia mendengar Sigmund Freud berkata dalam skripsi berjudul ”Mimpi dan Aristektur Dalam Kajian Psikoanalisis”, bahwa Tuhan bukan saja relatif, tapi tidak diketemukan. Gagasan khas dari seorang ayah bernama psikologi yang lebih cantik dari Auguste Comte dan Nietszche saat membunuh Tuhan. Rata-rata nilainya saat seleksi masuk UI adalah sepuluh. Menariknya baru satu tahun saja pindah ke Depok, ia berhasil menyabet gelar mahasiswa teladan. Dan dua bulan kemudian, ia keluar sebagai juara penelitian mahasiswa se Indonesia. Ironisnya, setelah bertahun-tahun kuliah mendekam di Psikologi, ia berkesimpulan bahwa Tuhan ternyata memang tidak ada.” Entah kenapa ia menyimpan beberapa perilaku aneh untuk standar wanita dewasa. Ia seperti dipaksa untuk mengetukkan kakinya berkali-kali ke lantai saat keluar kamar. Selain daripada itu, Ana juga memiliki hobi me-restart laptop tiga kali beruturut-turut saat layar monitor menyinari wajahnya: sebuah tindakan aneh dan melelehkan bagi manusia abnormal sekalipun.

Apakah sudah selesai? Belum! Ia divonis mengidap psikosis. Ia dihantui sebuah delusi berupa penglihatan pada bayangan laki-laki soleh menenteng Qur’an. Gara-gara hal itu, ia pernah berdebat dan diakhiri sebuah pukulan kepada kawan laki-lakinya yang tidak percaya ada pemuda soleh berdiri di sampingnya.

Alhasil, serentetan keganjilan seakan ingin membunuhnya pelan-pelan. Ana capek batin meratapi kepintarannya tidak bisa diimbangi dengan personalitasnya. Ana seumpama bukan manusia seutuhnya semata-mata senantiasa dihinggapi gangguan neurosis berkali-kali.”

Tokoh ana semakin aneh dan dia menghabiskan uangnya untuk membeli buku-buku psikology, Ia jatuh hati pada karya The Future of An Illusion karangan Sigmund Freud. Buku itu mengajarkan cara yang cukup unik melihat neurosisnya dan arti kata Tuhan sesungguhnya. Kesimpulan dia tentang Tuhan ”Jadi agama adalah ilusi. Ilusi yang sengaja diciptakan pikiran manusia untuk menghilangkan kecemasan dalam dirinya. Tuhan lahir bukan dalam definisi sebenarnya. Tapi Tuhan adalah konstruk manusia.” Dan dia mengalami depresi akut, Hingga pada malam hari ia berniat bunuh diri. Ia menusuk perutnya sendiri tepat di tengah danau samping Mesjid UI. Dokter dan polisi mewancarai teman-teman kampusnya. Siti mengatakan bahwa Ana mengidap sakit jiwa. Catatan psikolog juga melihat bahwa Ana rajin mengunjungi ruang konsultasi kampus dalam tempo satu dua kali. Setelah kondisi Ana membaik, pihak dokter kemudian merujuk Ana ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Soeharto Herrdjan Grogol.”

fabiayyi aalaairobbikumaa tukaddzibaan…

huuft*tarik nafas panjang, dada terasa sesak, sakit mengingat akan pembangkangan-pembangkangan yang dilakukan selama ini. Astagfirullahaladziim. Nikmat mana lagi yang Kau dustakan?saat kita terlahir kedunia, tangisan pertama menggema, bapa tercinta mengumandangkan adzan ditelinga si bayi, adzan ini mengajarkan pada sang bayi bahwa Allah-lah Yang Maha Besar, Tiada Tuhan yang Wajib disembah selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Dan saat beranjak dewasa Allah membimbing kita untuk kembali mengingat apa yang kita lakukan di alam ruh dulu yaitu melalui firmanNYA di QS.Al-A’raf: 172

“Dan ingatlah ketika TuhanMU mengeluarkan dari sulbi(tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi” (kami lakukan yang demikian itu) agar dihari kiamat kamu tidak mengatakan” sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini”.

Bagi saya ayat ini salah satu wujud kanyaah (baca: kasih sayang) Allah terhadap manusia. Allah mengingatkan manusia tentang apa yang dialaminya di alam ruh agar nanti di akhirat kita selamat. Melalui Alquran, Rasul dan orang-orang Shaleh kita jadi tau bahwa di alam ruh kita mempersaksikan bahwa Allah-lah Rabb kita, pencipta kita. Dan dari pengingatan inilah kita jadi tau juga memahami untuk apa manusia hidup didunia. Kita dibimbing oleh Allah sampai percaya sepenuhnya bahwa Allah adalah satu-satunya Rabb yang wajib di ibadahi, yang ditakuti, yang menjaga kita, yang memberikan rezeki, yang menentukan jodoh, yang memudahkan urusan, yang menyembuhkan setiap penyakit, yang mengatur hidup kita. Saat kita yakin hanya Allah-lah yang memberi kita rezeki maka taka da lagi kekhawatiran untuk memiliki anak dua, atau tiga atau empat atau lebih dari itu, karena Allah yang mengatur rezeki setiap hambaNYA, karena Allah yang memelihara anak-anak kita. Lho ko jadi bahas anak ya. Hehe maaf sobfillah, ini gara-gara saya baca buku Faudil Adzim yang Positive parenting. Jadi keingetan deh. Bahkan Perintah untuk mengabdi kepada Allah sepenuhnya dan mengikuti (baca:berittiba) Rasul itupun termasuk kasih sayang Allah, karena dengan perintah itu Allah memberikan banyak potensi pada hambanya, saya, kamu, dan kita semua. Potensi jasadiyah, ruhiyah dan akal, karena itu manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna. Adanya kita di dunia, itu karena allah ingin kita ada, kita yang terpilih.

Subhanallah ini nikmat bukan? nikmat ya. Nikmat termahal dalam hidup kita. Nikmat menjadi insan yang terpilih untuk mengemban amanah yang gunung-gunung saja menolaknya. Nikmat bisa mengenal Allah tanpa harus kehilangan akal sehat kita seperti tokoh Ana dalam cerpen-nya ustad Pizaro. mengenal Allah tanpa harus kehilangan akal sehat, malah mendapatkan banyak sodara dan sahabat. nikmat iman islam ini takada bandingannya dengan apapun, meski ditukar dengan segunung emaspun saya takkan mau. Kalau gamau ditukar dengan apapun lalu apalagi yang dikhawatirkan?lalu kenapa masih saja cemas dengan apa yang belum nie dapatkan??astagfirullah..syukuri saja nie apa yang ada dalam genggaman!!.

Doakan saya ya sobfillah, agar saya selalu bisa bersyukur kepada allah atas segala nikmatnya.sekecil apapun. Doakan saya juga agar tetap istiqomah dalam iman islam hingga ajal menjemput. Amien ya Rabbal alamien. Saya juga akan selalu mendoakan sobfillah semua agar selalu dijaga iman islamnya hingga akhir nanti. Dan mengumpulkan kita semua di Jannah-NYa. Amien. kabulkan ya Rabb.*berdoasepenuhhati*

*sobfillah mari kita tarik nafas dalam-dalam dan lepaskan…, nikmat ya. Alhamdulillah

fabiayyi aalaairobbikumaa tukaddzibaan…

maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan? Maha Suci Allah, kalimat ini Allah sebutkan dalam surat Ar-Rahman sebanyak 31 kali. Allahuakbar Allah pasti ada maksud, ada makna. Pasti. Saya jadi ingin menuliskan sedikit terjemahan surat Ar-Rahman. Mari kita sama-sama tafakuri.

Allah Yang Maha Pengasih(1), Yang telah Mengajarkan Alquran(2), Dia Menciptakan manusia(3), mengajarnya pandai berbicara(4), matahari dan bulan beredar menurut perhitungan(5), dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk(kepadaNYA)(6), dan langit telah ditinggikan-NYA dan Dia ciptakan keseimbangan(7), agar kamu jangan merusak keseimbangan itu(8), Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu((9), Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk Makhluk-Nya(10), didalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang (11), dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya(12), maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?(13).

Kepala ini semakin tertunduk malu, allah maaf sering mengeluh, sering merasa tidak cukup, selalu merasa kurang, Allah maafkan selama ini sering tidak bersyukur. Astagfirullahaladzim. Padahal selama menulis inipun sudah tak terhitung lagi nikmatMU, berapa kali mata berkedip, berapa kali jantung ini berdetak, berapa kali menghirup nafas, dan semua itu GRATIS. Belum lagi nafas gratis yang kemaren-kemaren,, kedipan mata dan detak jantung sejak kita terlahir hingga detik ini. penjagaanNYA, pertolongan, kemudahan, kehadiran orang tua yang sayang sama kita, kaka-kaka yang perhatian, sahabat-sahabat luar biasa yang melengkapi hidup kita, kenikmatan yang Allah hadirkan saat ruku dan sujud. Ya Allah, Ibadahku seumur hidup pun takkan mampu membalas semua kebaikanMU.

sobfillah, tidak bisa menulis lagi..selain hanya ingin berkata:

"........Alhamdulillah......Alhamdulillah......"

Dengan bersyukur, anda akan lebih menikmati hidup yang
hanya sebentar ini

Senin, 21 November 2011

Maaf









Maaf
Maaf
maaf
maaf
maaf
maaf
maaf





Valerie Nie 111111

Jumat, 21 Oktober 2011

Maafkan saya, yeni



Assalaamu’alaykum...


Yeni : Hai saya, apa kabar? Lama gak denger kabarnya. Lagi sibuk banget ya? ngapain aja sih?oh kerja lagi ditempat dulu ya?

saya: iya *lempeng alias cuek dan nyebelin

Yeni : Tapi kan itu cuma 4 jam. Oh dilanjutkan ngajar di madrasah dan ngeles privat ya? Tapi sesibuk apapun saya, yeni harap saya gak lupa sama yeni. Yeni juga butuh diperhatikan loh. Ya jasadiyahnya, ya fikriyahnya, ya ruhiyahnya.

Saya: iya sudah lama juga ga ikut ngaji sama uni dan uminya. Olahraga, kayanya terakhir olahraga itu main bulu tangkis di balai kota dan itu dua bulan silam. *menghela nafas

Yeni : Sepertinya saya harus mengukur waktu sibuk saya deh, itu amanah-amanah yang lain belum dikerjakan dengan optimal.

saya : iya saya tau janji-janji dengan calon konsumen belum juga ditepati. Janji untuk mengembalikan bukupun sudah tertinggal waktu. Belum soal sms-sms yang belum sempet di balas.

Yeni : tapi saya juga sudah tak peduli dengan perasaan yeni sekarang, yeni butuh untuk didengarkan, butuh diperhatikan. Pengen ada waktu berdua sama saya. hiks

Saya : iya yeni, saya minta maaf, maaf karena akhir-akhir ini saya sering berpura-pura.

Yeni: berpura-pura apa maksudnya?

Saya : sering berpura-pura tidak tahu kalo yeni lagi dalam masalah, berpura-pura tidak merasakan kalo yeni lagi sakit, sedang lelah dan ingin istirahat yang cukup. Bahkan saya sering tertawa saat yeni menangis. Dan yang paling merasa bersalah saya sering menghindar saat yeni pengen curhat.

Yeni : *meneteskan air mata

Yeni juga merasa kehilangan saya, rasanya kita semakin jauh meskipun kita sangat dekat, tapi yeni tau saya sudah berubah semakin tak peduli sama yeni.

Saya : *berlinang air mata juga

Afwan jiddan yeni, saya juga sering tak peduli saat yeni merasa lapar. Afwan saya juga kadang bingung harus bagaimana, karena kesibukan ini sering memaksaku untuk berpura-pura tidak tau dengan kondisimu sekarang.

Dengan air mata berlinang saya memeluk yeni dan berkata Yeni, saya minta maaf atas semua yang pernah saya katakan tentang yeni, juga atas semua perlakuan saya terhadap yeni, tetapi saya ingin yeni tahu bahwa saya sangat mencintaimu, merindukanmu dan menghormatimu. Kamu adalah sahabat terbaikku. Saya mencintaimu, fillah lillah

Mereka berdua menangis, yeni pun berkata tak mau kalah “saya, yeni juga mencintaimu dengan segenap hatiku, ada kalanya yeni marah karena saya sering tak peduli sama yeni, tapi yeni memaafkan saya, dan yeni akan selalu mencintai saya. Kita lupakan saja semuanya dan mari melangkah bersama untuk lebih baik lagi”.

Saya hanya mengangguk pilu


***

Percakapan merekapun selesai seiring dengan berlalunya lagu “Inshaallah” dari Maher Zain feat Fadly

Ketika kau tak sanggup melangkah
Hilang arah dalam kesendirian
Tiada mentari bagai malam yang kelam
Tiada tempat untuk berlabuh

Bertahan terus berharap
Allah selalu di sisimu

Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan

Every time you commit one more mistake
You feel you can’t repent and that it’s way too late
You’re so confused wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full of shame

But don’t despair and never lose hope
’Cause Allah is always by your side

Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah you’ll find a way

Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan

Turn to Allah He’s never far away
Put your trust in Him, raise your hands and pray
Oh Ya Allah tuntun langkahku di jalanmu
Hanya engkaulah pelitaku
Tuntun aku di jalanmu selamanya

Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah we’ll find our way
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah we’ll find our way

*21 oktober 2011 dari yeni untuk saya

Kamis, 06 Oktober 2011

Bintang itu......

Bismillah, Lahaulawalakuwwataillabillahilaliyyiladziim.

Bintang malam sampaikan padanya

Aku ingin melukis sinarmu dihatinya

Embun pagi katakan padanya

Biar ku dekap erat waktu dingin membelenggunya

Tahukah engkau wahai langit

Ku ingin bertemu sahabatku

Kupasang hiasan angkasa yang terindah

Hanya untuk dirinya….

Lagu rindu ini kudendangkan

Hanya untuk sahabatku tercinta

Walau hanya nada sederhana

Izinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan

(Lagu Rindu (sedikit editan), Kerispatih)

Malam ini tiba-tiba pengen dengerin “lagu rindu”-nya kerispatih. Bukan karena aku ngefans sama band ini, tapi hati ini memang sedang rindu. Rindu pada bintang-bintang itu….karena rindu itu juga yang selalu mengajakku untuk memandang langit sepanjang malam yang berhias jutaan bintang. Dan malam ini aku ingin bersama bintang lebih lama dari biasanya. Karena malam ini kerlip bintang hadir bersama titipan cinta dari seorang sahabat nun jauh disana. Jauh…ya teramat jauh jarak antara kita kalau dilihat dari letak geografisnya..tapi aku tak ingin melihat jarak itu dari letak geografis karena kadang itu membuatku sedih. Sedih karena “Ba’da Magrib” itu bukan milikku. Letak geografis itu yang selalu membuatku jealous, jealous pada orang-orang disekelilingnya yang bisa berdiskusi tentang konspirasi dengannya setiap saat, setiap ba’da magrib, aaaaghh cemburu itu memang sakit jendral!!! (Ukhti…..aku benar-benar rindu). Lalu melihat jarak itu dari apa????aku hanya ingin melihat jarak itu dari ini, dari hati. Yups dari hati, saat kulihat jarak itu berdasarkan hati maka tak kulihat sedikitpun jarak antara kita(hha bingung ya). Seperti bintang, sepertinya ia jauh diatas langit sana, namun sebenarnya ia sangat dekat. malam inipun kerlip bintang itu sangat dekat dan sangat indah. Allah, terimakasih atas keberlimpahan nikmat yang selalu Engkau berikan pada hamba. sejenak kerlip bintang itu mengingatkanku akan sebuah surat yang dikirimkan oleh kaka mentoringku dulu. ku tinggalkan bintang dilangit itu dan ku cari surat yang ku terima 5 tahun silam. (masih ditemani lagu rindu-nya kerispatih) Mari kita simak dengan seksama penggalan surat itu (bagi yang tidak ikut menyimak harap jangan ribut!!(keep silent, please! Halah apaan sih!) hehe. Jreng…jreng…jreng!!!

………………………………………….

"hidup urang memang kanggo ibadah, ngabdi ka Alloh, ngalakonan suatu hal semata-mata hanya pada Alloh, berbuat berucap dan beramal hanya sebatas apa yang diperintahkan oleh Alloh dan apa yang dikehendaki oleh Alloh. Akhwat...jikalau hidup ini tidak ada nilai pertanggungjawabannya disisi Allah maka pastilah kita boleh hidup sesuai kehendak diri dan nafsu.. jikalau hidup ini tidak akan ada pembalasannya maka kita bebas untuk berbuat apa saja. akhwat...dimanapun kita berada bahkan dalam kesendiriannyapun yakinlah bahwa kita melihat Allah, jika kita tidak dapat melihat Allah maka yakinlah bahwa Allah melihat dan mengawasi kita. sesungguhnya tak ada satupun perjalanan yang luput dari pemeliharaan-Nya. Jiwa kita senantiasa ada dalam genggamannya.karena itu berhati-hatilah. tajamkan hatimu, temukan niat perjalanan karena amanah dari Allah. berjalan karena dan tertuju pada Allah. dimanapun dan kapanpun kau berada, hadapilah dengan ketegaran dan keyakinan pada-Nya. pandanglah bintang-bintang itu yang selalu ada, bersinar, meski tidak menerangi seluruh bumi tapi ia selalu ada...begitu juga saudara, berhamburan di muka bumi teramat banyak seperti bintang. saudara...meskipun tak terlihat, tapi selalu ada dalam hati dan doanya."

……………………………………………………………………………………………

Subhanallah….ternyata bintang itu…. saudara. Saudara yang selalu ada dalam hati dan doanya. Ah bintang, kau semakin membuatku jatuh cinta. Teteh (namanya gak boleh disebutin), makasi ya atas semua surat cintanya. Entah berapa tinta yang kau habiskan untuk menorehkan cintamu diatas kertas, tulisan tanganmu itu ibarat mantra-mantra yang menghipnotisku untuk berlari dan terus mendekat pada cinta tertinggiku, cinta pada Rabb-ku, Rabbmu, Rabb kita semua. Allah memang selalu punya cara-Nya sendiri untuk menunjukkan kasih sayang-NYa pada tiap hamba-Nya. Walau semua berawal dari sepucuk surat namun semua begitu bermakna, sangat berarti hingga kini dan nanti. 5 tahun berlalu, namun surat-surat itu selalu mengingatkanku bahwa betapa Allah sangat baik, sangat sayang sama aku. Terimakasih ya Allah atas semua kebaikanMu. Dan semuanya begitu indah. Semua takdir-Nya selalu indah. Wonderful as Rainbow. Untuk semua bintangku….aku sangat mencintaimu…fillah lillah. Semoga Allah kelak mengumpulkan kita di Jannah-Nya. Amien.

{Dan, apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah. (datangnya).}

(QS. An-Nahl: 53)

*****

lagu rindu dari kerispatih-pun berlalu… akupun memutar lagu “Perjalanan ke Syam” dari Bang Thufail Al-Ghifari. (suka banget lagu ini)

Ya Rabb
Terima Kasih atas semua kebaikanMu
yang telah memberikanku semua kenikmatan Islam ini..
Engkaulah sumber kekuatanku…
Walau begitu sering sunyi dan letih menghampiri..
Namun hening kisah abadi utusanMu selalu menghibur redup semangatku
Untuk tetap bertumbuh dalam ragam warna hari dan pendapat
Dan aku begitu merindu atas surgaMu
Walau begitu sering jiwaku merasa tak layak di sana…
Namun dibalik semua keterbatasanku..
Aku titipkan doa agar Kau mau untuk memaafkanku
Ada begitu banyak khilafku
Ada begitu banyak salahku…
namun adakah alasan lain dariku meneteskan air mata ini selain takut padaMu..

Takut pada AmarahMu, takut jika Kau tidak mengenalku kelak di akhirat nanti…

Ya Rabb
Aku belum bisa meneladani Nabi Muhammad 100%
Begitu sulit rasanya walau aku akan terus mencoba
Iman ini sering naik turun ya Rabb..
namun aku mohon jangan kau gelapkan hatiku dari hidayahMu
tak ada harta kekayaanku selain memiliki Islam dalam hidupku
tak ada kekayaan terbaikku selain menjadikan Engkau diatas segala galanya
tak ada warisan terbaik dalam hidupku selain mengakui Nabi Muhammad adalah utusanMu

Ya Rabb…
Angin kehidupan terus bertiup
Waktu selalu setia menemaninya berjalan
Menghias kekompakan siang dan malam
Dan Matahari yang tak lelah iringin putaran bulan di planet ini
Dan aku masih belum bisa memberikan apa – apa…
Hanya ingin tetap berusaha ikhlas
Dan coba tuk selalu tegar melawan setiap badai…

Chorus :

Ya Rabb…
Keringat – keringat yang basuh daki tubuh disetiap saksi saksi ikhtiar..
Dan ku yakin jika aku masih bertahan
itu pasti karena Kau selalu ada dalam setiap langkahku..
Sungguh..
hanya padaMulah aku sandarkan harapan
Hanya padaMu aku titipkan ikhtiar
agar gentar berubah menjadi radar keoptimisan
Menerawang esok dalam kepastian rahmat dan keberkahan

Aku berdoa dalam setiap keterbatasan
Menjaga yakinku melawan syahwatku yang sering menipu
Jagalah aqidahku dari ribuan thagut yang menyeranta dalam benak belukar
Anta beranta logika dan analisa yang tak jarang rumuskan kebutaan dunia

Keasingan ini berat ya Rabb
Maka aku mohon tegarkanlah jiwa yang lemah ini
BIsmillahi tawakaltu Alallah La haula wa la quwwata illa billah

Maka Kuatkanlah
Kuatkanlah hati yang rapuh ini
Teguhkan kepalan yang menyimpan cita cita Jihad menuju mahligai keridhoanMu
Mardhotillah…ya Rabb
Mardhotillah…ya Rabb

Karena janjiMu pasti dan ku sangat yakin itu
Maka jagalah langkahku dari segala WAHN yang menyesatkan
Tabahkan komitmen ini di antara semua fitnah dan duka

Ya Rabb
padaMu aku mencari jawaban disetiap dilemma dan kegundahan
Engkaulah tempat terbaik aku mencurahkan gelisah nafasku

Perjalanan ini terasa hampa tanpa kehadiranMu..ya Rabb
Aku yang hina ini berharap keridhoan menuju SurgaMu yang abadi…
Tak lelah ku memohon ampun padaMu
Agar setiap luka terbasuh syahdu nada cintaMu
Membuka ruas hati yang hitam dalam cahaya hidayahMu
Menembus ruang ruang kehidupan terindah
Aku yang ingin terjaga di jalanMu
Aku yang ingin selalu istiqomah melepas diri dari semua thagut mencari ridhoMu
Karena aku takkan pernah berharga kalau bukan karena cahaya keimanan dariMu
Maka aku berserah diri menjual semuanya padaMu
Belilah hamba dan lunasilah dengan keridhoanMu
Karena tak ada cita cita terbaik selain ingin bertemu dengan Engkau dan RasulMu
Dalam keindahan kehidupan yang abadi
Aku memohon ampunanMu, Aku mengemis cintaMu, Aku yang berusaha istiqomah dalam hijrah kepadaMu…Ampunilah hamba ya Rabb….

{Maka berpegangteguhlah dengan apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah

kamu termasuk orang yang bersyukur.}

(QS. Al-A'raf: 144)

Valerie 22082011 (saat rindu berteman bintang)