RUMAH SEMANGAT

Semangat Yeni

Rabu, 28 Maret 2012

Menghitung Bintang


bismillahirrohmanirrohim

fabiayyi aalaairobbikumaa tukaddzibaan…

Alhamdulillah malam ini jari-jari tangan masih bisa mengetik, menuliskan segala nikmatMU yang tak terhingga. Mata ini masih bisa melihat layar monitor sehingga bisa membaca apa yang ditulis. Rabb terimakasih atas telinga yang berfungsi dengan baik, sehingga bisa nulis sambil dengerin lubang hati-nya Letto. Allah terimakasih atas gigi yang sehat jadi bisa mengunyah dengan nikmat setiap makanan yang Kau anugerahkan, terimakasih atas nikmat cuci muka, nikmat jalan kaki, nikmat mandi, nikmat mengendarai motor, nikmat memejamkan mata dengan lelap dan terbangun dengan paru-paru yang berfungsi dengan baik. Alhamdulillah.

fabiayyi aalaairobbikumaa tukaddzibaan…

sobfillah pernah menghitung bintang?hmm kalo saya sering…..

jadi teringat waktu di kontrakan bdg, langit malam bandung selalu ditaburi serbuk bintang yang berkilauan. Tak bosan-bosan nya menyapa bintang disana. Milyaran bintang bersinar membentuk rasi-rasi yang indah diatap bumi. Ada satu titik yang begitu terang. Dialah Venus, si bintang timur yang memantulkan cahaya matahari dengan sejuta pesona. Titik-titik yang lain berkelap-kelip memancarkan cahaya, sebagian memiliki spektrum yang sangat kuat, sebagian lagi lemah, sisanya tampak timbul-tenggelam. Dan semua itu membentuk harmoni yang menganggumkan, membuat langit hitam menjadi lautan permata(akhwatzone).

Pernah suatu malam saya menatap langit malam bersama adikku. “ade, sini bantu teteh menghitung bintang” pintaku sambil menatap bintang. “walah-walah gakan kehitung teeh” hehe dia tersenyum sambil mendekat ke arahku. Begitupun dengan nikmat Allah de, takkan pernah terhitung”. Malam itu kami berdua larut menikmati indahnya pancaran cahaya bintang dan hatiku diam-diam berbisik “Subhanallah indahnya”.


Sobfillah, hari ini saya baca buku “Terapi Berpikir Positif, Dr. Ibrahim Elfiky”. Subhanallah saya menemukan data yang sangat menakjubkan tentang potensi manusia.

“akal manusia memiliki 150 milyar sel lebih. Dr.Michael R. Anastasio dari Universitas Harvard menegaskan bahwa untuk menghitung jumlah sel dalam otak dibutuhkan waktu lebih dari lima ribu tahun. Sekali lagi, lima ribu tahun. Akal manusia lebih cepat daripada cahaya padahal kecepatan cahaya 186 mil/detik. Ia punya kemampuan menyimpan lebih dari 2.000.000 informasi dalam satu detik. Mata anda memiliki kemampuan untuk membedakan lebih dari 10.000.000 warna dengan cepat. Penciuman anda memiliki kemampuan mengenal lebih dari 50.000 jenis bau-bauan dalam tempo yang singkat. Indra pengecap anda memiliki kemampuan mengenali banyak benda yang dingin, hangat, manis, pahit, dan berbagai rasa lainnya. Kerja jantungpun sangat mengagumkan, meski tidak pernah anda hitung, ia berdegup lebih dari 100.000 kali setiap hari. Jika energy anda dialirkan ke satu Negara maka akan dapat menghasilkan listrik selama satu minggu.”

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya( QS: Al-Tin:4)

fabiayyi aalaairobbikumaa tukaddzibaan…

subhanallah, allahuakbar…masih mau mengeluh nie?silahkan dan kamu takkan pernah BAHAGIA karena bukan KEBAHAGIAAN yang menjadikan kita BERSYUKUR namun hati yang BERSYUKUR yang menjadikan kita BAHAGIA, Right??????

Nah sobfillah ada yang mau bantu saya menghitung bintang?ups maksudnya menghitung nikmat Alloh. Takkan pernah terhitung ya. Memandang langit malam yang bertabur bintang juga satu kenikmatan yang Allah berikan, coba lihat orang yang terbaring sakit dan dirawat dirumah sakit, ataupun dirawat dirumah, tak bisa dia menkmati indahnya kerlip bintang dilangit. Iya kan?. Dan nikmat termahal yang allah berikan pada kita semua yaitu nikmat iman islam. Alhamdulillah dalam hidup yang hanya sekali ini Allah beri kesempatan untuk bisa mengenal Allah, Mengenal Rasulullah, mengenal kehidupan para sahabat Rasul. Sobfillah yang saya cintai fillah lilah, tiba-tiba saya teringat salah satu cerpen Ustad Pizaro di FB nya, Matinya Sang Ratu Psikologi: Sebuah Cerpen Islamic Worldview (Part I)

Kisah tentang seorang mahasiswi bernama Annisa Santilana, namun ia biasa dipanggil Ana. Seorang mahasiswi yang gila karena mencari Tuhan. Saya tuliskan penggalan ceritanya, simak baik-baik yuuu….:

Satu-satunya mahasiswi ITB yang pindah ke Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) hanya karena penasaran apa betul Tuhan itu ada. Ia mendengar Sigmund Freud berkata dalam skripsi berjudul ”Mimpi dan Aristektur Dalam Kajian Psikoanalisis”, bahwa Tuhan bukan saja relatif, tapi tidak diketemukan. Gagasan khas dari seorang ayah bernama psikologi yang lebih cantik dari Auguste Comte dan Nietszche saat membunuh Tuhan. Rata-rata nilainya saat seleksi masuk UI adalah sepuluh. Menariknya baru satu tahun saja pindah ke Depok, ia berhasil menyabet gelar mahasiswa teladan. Dan dua bulan kemudian, ia keluar sebagai juara penelitian mahasiswa se Indonesia. Ironisnya, setelah bertahun-tahun kuliah mendekam di Psikologi, ia berkesimpulan bahwa Tuhan ternyata memang tidak ada.” Entah kenapa ia menyimpan beberapa perilaku aneh untuk standar wanita dewasa. Ia seperti dipaksa untuk mengetukkan kakinya berkali-kali ke lantai saat keluar kamar. Selain daripada itu, Ana juga memiliki hobi me-restart laptop tiga kali beruturut-turut saat layar monitor menyinari wajahnya: sebuah tindakan aneh dan melelehkan bagi manusia abnormal sekalipun.

Apakah sudah selesai? Belum! Ia divonis mengidap psikosis. Ia dihantui sebuah delusi berupa penglihatan pada bayangan laki-laki soleh menenteng Qur’an. Gara-gara hal itu, ia pernah berdebat dan diakhiri sebuah pukulan kepada kawan laki-lakinya yang tidak percaya ada pemuda soleh berdiri di sampingnya.

Alhasil, serentetan keganjilan seakan ingin membunuhnya pelan-pelan. Ana capek batin meratapi kepintarannya tidak bisa diimbangi dengan personalitasnya. Ana seumpama bukan manusia seutuhnya semata-mata senantiasa dihinggapi gangguan neurosis berkali-kali.”

Tokoh ana semakin aneh dan dia menghabiskan uangnya untuk membeli buku-buku psikology, Ia jatuh hati pada karya The Future of An Illusion karangan Sigmund Freud. Buku itu mengajarkan cara yang cukup unik melihat neurosisnya dan arti kata Tuhan sesungguhnya. Kesimpulan dia tentang Tuhan ”Jadi agama adalah ilusi. Ilusi yang sengaja diciptakan pikiran manusia untuk menghilangkan kecemasan dalam dirinya. Tuhan lahir bukan dalam definisi sebenarnya. Tapi Tuhan adalah konstruk manusia.” Dan dia mengalami depresi akut, Hingga pada malam hari ia berniat bunuh diri. Ia menusuk perutnya sendiri tepat di tengah danau samping Mesjid UI. Dokter dan polisi mewancarai teman-teman kampusnya. Siti mengatakan bahwa Ana mengidap sakit jiwa. Catatan psikolog juga melihat bahwa Ana rajin mengunjungi ruang konsultasi kampus dalam tempo satu dua kali. Setelah kondisi Ana membaik, pihak dokter kemudian merujuk Ana ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Soeharto Herrdjan Grogol.”

fabiayyi aalaairobbikumaa tukaddzibaan…

huuft*tarik nafas panjang, dada terasa sesak, sakit mengingat akan pembangkangan-pembangkangan yang dilakukan selama ini. Astagfirullahaladziim. Nikmat mana lagi yang Kau dustakan?saat kita terlahir kedunia, tangisan pertama menggema, bapa tercinta mengumandangkan adzan ditelinga si bayi, adzan ini mengajarkan pada sang bayi bahwa Allah-lah Yang Maha Besar, Tiada Tuhan yang Wajib disembah selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Dan saat beranjak dewasa Allah membimbing kita untuk kembali mengingat apa yang kita lakukan di alam ruh dulu yaitu melalui firmanNYA di QS.Al-A’raf: 172

“Dan ingatlah ketika TuhanMU mengeluarkan dari sulbi(tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi” (kami lakukan yang demikian itu) agar dihari kiamat kamu tidak mengatakan” sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini”.

Bagi saya ayat ini salah satu wujud kanyaah (baca: kasih sayang) Allah terhadap manusia. Allah mengingatkan manusia tentang apa yang dialaminya di alam ruh agar nanti di akhirat kita selamat. Melalui Alquran, Rasul dan orang-orang Shaleh kita jadi tau bahwa di alam ruh kita mempersaksikan bahwa Allah-lah Rabb kita, pencipta kita. Dan dari pengingatan inilah kita jadi tau juga memahami untuk apa manusia hidup didunia. Kita dibimbing oleh Allah sampai percaya sepenuhnya bahwa Allah adalah satu-satunya Rabb yang wajib di ibadahi, yang ditakuti, yang menjaga kita, yang memberikan rezeki, yang menentukan jodoh, yang memudahkan urusan, yang menyembuhkan setiap penyakit, yang mengatur hidup kita. Saat kita yakin hanya Allah-lah yang memberi kita rezeki maka taka da lagi kekhawatiran untuk memiliki anak dua, atau tiga atau empat atau lebih dari itu, karena Allah yang mengatur rezeki setiap hambaNYA, karena Allah yang memelihara anak-anak kita. Lho ko jadi bahas anak ya. Hehe maaf sobfillah, ini gara-gara saya baca buku Faudil Adzim yang Positive parenting. Jadi keingetan deh. Bahkan Perintah untuk mengabdi kepada Allah sepenuhnya dan mengikuti (baca:berittiba) Rasul itupun termasuk kasih sayang Allah, karena dengan perintah itu Allah memberikan banyak potensi pada hambanya, saya, kamu, dan kita semua. Potensi jasadiyah, ruhiyah dan akal, karena itu manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna. Adanya kita di dunia, itu karena allah ingin kita ada, kita yang terpilih.

Subhanallah ini nikmat bukan? nikmat ya. Nikmat termahal dalam hidup kita. Nikmat menjadi insan yang terpilih untuk mengemban amanah yang gunung-gunung saja menolaknya. Nikmat bisa mengenal Allah tanpa harus kehilangan akal sehat kita seperti tokoh Ana dalam cerpen-nya ustad Pizaro. mengenal Allah tanpa harus kehilangan akal sehat, malah mendapatkan banyak sodara dan sahabat. nikmat iman islam ini takada bandingannya dengan apapun, meski ditukar dengan segunung emaspun saya takkan mau. Kalau gamau ditukar dengan apapun lalu apalagi yang dikhawatirkan?lalu kenapa masih saja cemas dengan apa yang belum nie dapatkan??astagfirullah..syukuri saja nie apa yang ada dalam genggaman!!.

Doakan saya ya sobfillah, agar saya selalu bisa bersyukur kepada allah atas segala nikmatnya.sekecil apapun. Doakan saya juga agar tetap istiqomah dalam iman islam hingga ajal menjemput. Amien ya Rabbal alamien. Saya juga akan selalu mendoakan sobfillah semua agar selalu dijaga iman islamnya hingga akhir nanti. Dan mengumpulkan kita semua di Jannah-NYa. Amien. kabulkan ya Rabb.*berdoasepenuhhati*

*sobfillah mari kita tarik nafas dalam-dalam dan lepaskan…, nikmat ya. Alhamdulillah

fabiayyi aalaairobbikumaa tukaddzibaan…

maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan? Maha Suci Allah, kalimat ini Allah sebutkan dalam surat Ar-Rahman sebanyak 31 kali. Allahuakbar Allah pasti ada maksud, ada makna. Pasti. Saya jadi ingin menuliskan sedikit terjemahan surat Ar-Rahman. Mari kita sama-sama tafakuri.

Allah Yang Maha Pengasih(1), Yang telah Mengajarkan Alquran(2), Dia Menciptakan manusia(3), mengajarnya pandai berbicara(4), matahari dan bulan beredar menurut perhitungan(5), dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk(kepadaNYA)(6), dan langit telah ditinggikan-NYA dan Dia ciptakan keseimbangan(7), agar kamu jangan merusak keseimbangan itu(8), Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu((9), Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk Makhluk-Nya(10), didalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang (11), dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya(12), maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?(13).

Kepala ini semakin tertunduk malu, allah maaf sering mengeluh, sering merasa tidak cukup, selalu merasa kurang, Allah maafkan selama ini sering tidak bersyukur. Astagfirullahaladzim. Padahal selama menulis inipun sudah tak terhitung lagi nikmatMU, berapa kali mata berkedip, berapa kali jantung ini berdetak, berapa kali menghirup nafas, dan semua itu GRATIS. Belum lagi nafas gratis yang kemaren-kemaren,, kedipan mata dan detak jantung sejak kita terlahir hingga detik ini. penjagaanNYA, pertolongan, kemudahan, kehadiran orang tua yang sayang sama kita, kaka-kaka yang perhatian, sahabat-sahabat luar biasa yang melengkapi hidup kita, kenikmatan yang Allah hadirkan saat ruku dan sujud. Ya Allah, Ibadahku seumur hidup pun takkan mampu membalas semua kebaikanMU.

sobfillah, tidak bisa menulis lagi..selain hanya ingin berkata:

"........Alhamdulillah......Alhamdulillah......"

Dengan bersyukur, anda akan lebih menikmati hidup yang
hanya sebentar ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar