RUMAH SEMANGAT

Semangat Yeni

Rabu, 28 Maret 2012

Tips Menulis Ala...."saya"

Bismillahirrohmaanirrohim

Assalamualaikum,

kawan...menulis itu menyenangkan ternyata, bikin semangat untuk baca juga. sekali menulis, eh ternyata ketagihan pengen nulis lagi....meskipun tulisannya masih berantakan bahasanya masih blepotan...tapi teruslah menulis, seperti kata sahabat ane di sms nya tempo hari "teruslah menulis!" ....tapi berbekal semangat saja tidak cukup ternyata, nah....untuk yang hoby nulis juga neh ada tips menulis dari yang sudah berpengalaman menulis, dari pakar nya langsung yang sudah mengecap asam manis garam dunia persilatan..ups penulisan maksud saya...mangga di simak ...mudah-mudahan bermanfaat.

*****

Tips Menulis Ala...."saya"

Setiap orang memiliki caranya sendiri untuk menulis. Tak ada rumus jitu untuk menulis. Kita akan menemukan pedomannya sendiri dengan sering berlatih menulis hingga kita mampu meramu misteri menulis menjadi sejumput teori sederhana.

Nah, kalau saya yang ditanya tentang bagaimana tips menulis karya sendiri, setidaknya beberapa tips singkat inilah yang akan saya kemukakan. Selebihnya, setiap orang punya keunikan, dan biarkan pembaca yang menemukan rumus menulisnya sendiri ^__^

1. Siapkan amunisi (gali inspirasi dan perbanyak referensi)

Bekali diri dengan berbagai perangkat ilmu dan wawasan yang luas sehingga mampu membahas satu masalah secara komprehensif melalui tulisan. Nah, di sinilah perlunya melahap banyak bacaan dan berinteraksi dengan fenomena atau pengalaman. Dengan begitu, tulisan kita seolah hidup dan bicara, seperti dua sahabat yang sedang asyik berbincang. Dengan cakrawala yang luas pula, semakin kuat warna tulisan kita dan semakin meyakinkan pembaca.

Niru, boleh. Tapi…jangan jadi sembarang peniru, jadilah peniru yang kreatif. Jangan jadi plagiat, kalau tidak mau dihujat. Untuk menjadi peniru yang kreatif kita dapat menggunakan strategi ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Strategi ini dikenal dengan baik di dunia bisnis dan dapat kita terapkan di dunia tulis menulis. Ingat ATM= Amati, Tiru, Modifikasi, bukan ATP=Amati, Tiru, Persis! Tak perlu sibuk mencari gaya yang memikat bila kita cukup percaya diri menjadi diri sendiri.

2. Cermat memilih diksi

Ada cita rasa estetis yang lain ketika makna yang sama diungkapkan dengan menggunakan pilihan kata yang unik dan dirangkai dalam susunan kalimat yang khas. Jangan menggunakan kalimat yang bertele-tele dan jangan pula mudah mengeksekusi kata. Potonglah bagian tulisan yang mengganggu. Seolah tak ada kata mubadzir yang lepas dari makna. Semua bermakna, dan seandainya kita hilangkan satu kata saja maka terasa berkurang muatannya, atau bahkan jauh melenceng dari maksud yang kita inginkan sebenarnya. Diksi erat kaitannya dengan rasa bahasa, tingkat kedalaman makna, kesamaan bunyi, dan ketepatan nilai kata dengan sasaran pembaca.

Terkadang, penulis pemula-seperti saya- biasanya sibuk merancang kejutan dan begitu menggebu-gebu ingin memuntahkan ide-ide brilliant yang sudah mengendap di kepala. Namun, karena kurang pandai mengemasnya (minimnya pengalaman menulis) akhirnya, ide spektakuler tadi menjadi biasa-biasa saja, hambar tak berasa.

3. Logika, estetika, dan imajinasi

Estetika tanpa logika akan terasa nikmat saat dikunyah, namun sulit untuk dicerna. Yang kita alami adalah kekacauan berpikir dan kerancuan logika. Gunakan analogi yang hidup dan sederhana. Orang yang mengagungkan estetika dalam karyanya, ia hanya bermain-main dengan kata namun kosong dan tak bertenaga. Gabungan logika, estetika, dan imajinasi akan menghasilkan karya yang indah, bernutrisi, benar, mencerahkan, inspiratif, dan mencerdaskan.

4. Punya visi dan motivasi

Menulis karena memang ada yang harus kita sampaikan, ada kebenaran yang harus kita suarakan, dan setiap tetes kata harus mampu memberi perubahan. Sehingga setiap butir kalimat yang kita goreskan mampu memancarkan kebaikan dan memberi pencerahan.

Inilah motivasi saya menulis: Menulis bukan keinginan sesaat, tapi menulis untuk menebar manfaat. Menulis bukan semata-mata luapan emosi, tapi menulis adalah bentuk perbaikan diri. Menulis bukan sekadar wujud eksistensi, tapi menulis adalah sebuah motivasi. Menulis bukan pamer kata yang berbalut retorika indah, tapi menulis adalah bahasa jiwa, untaian kata bermakna bertabur mutiara hikmah. Menulis bukan karena ingin dipuji manusia, tapi menulis adalah ibadah, sarana berdakwah.Menulis bukan sebuah keisengan, tapi menulis adalah kebutuhan. Menulis bukan karena tidak ada kerjaan, tapi menulis adalah proses mengungkap kebenaran. Menulis bukan sekadar mengisi waktu luang, tapi menulis adalah proses kehidupan! Menulis adalah amanah yang harus dijaga, karena setiap kata akan diminta pertanggungjawaban! Menulis adalah proses membangun sebuah peradaban! Menulisku, karena Allah….

Oh ya, satu lagi. Kondisi ruhani kita sangat berpengaruh terhadap ketajaman otak, kekuatan fisik, dan kecemerlangan pikiran kita. Tanpa kekuatan ruh, ada cerita tapi tanpa kekuatan jiwa; ada suspend, tapi tanpa kedalaman; ada alur cerita yang lancar, tetapi dangkal dan tidak mengalir.

Daaaaaan…buat tulisan kita “BERASA HINGGA TETES TERAKHIR”.

Yupz, mungkin itu sedikit yang bisa saya bagi. Semoga tidak terkesan menggurui.

Selanjutnya, terserah Anda…

Menulislah dengan sepenuh jiwa dan kekuatan ruhiyah,

semoga Allah jadikan setiap tetes tintanya penuh berkah

oleh: Khaleeda Killuminati

taken from:

http://akhwatzone.multiply.com

Berkoloni itu Indah

Bismillahirrohmanirrohiim

*****

“sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang dijalan-NYa dalam barisan yang teratur. Mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh ( QS. As-Saff: 4)”

Malam ini aku tertidur lebih cepat dari biasanya, pulang ngeles jam 8.20 pm tadi aku langsung tertidur pulas, hufth…rasanya hari ini benar-benar melelahkan. Tepat jam 00.00 am aku terbangun dari tidurku. Lagi-lagi aku bangun lebih awal. Perutku mulai keroncongan, ah ternyata sejak sore aku belum makan nasi. Setelah bikin telor mata sapi, akupun makan sekalian sahur. Di malam yang semakin pekat ini masih Kudengar kokok ayam dari belakang rumah,suara burung kesayangan bapak dan kodok yang tak berhenti berdendang bareng konco-konconya diluar sana. Subhanallah…ternyata aku tak sendiri, begitu banyak makhluk Allah disekelilingku, termasuk dihadapanku ini, makhluk mungil yang telah mengalihkan duniaku…wuih bukan..maksudku perhatianku, hingga makanku terhenti sejenak. Ku tatap lekat-lekat rombongan semut ini,mereka bergerak kesana kemari tanpa henti, tampaknya mereka semua sangat sibuk. Tak ada satupun yang diam, semua bergerak…eh tunggu-tunggu…itu dipojok kanan dekat gelas ada semut yang tak bergerak,innalillahi ternyata dia sudah tak bernyawa lagi. Pandanganku kembali tertuju pada kafilah semut yang masih mondar-mandir dihadapanku ini. Saat berpapasan dengan semut lainnya,langkahnya tampak terhenti sejenak ada hal yang sedang mereka lakukan entah apa….persis seperti dua orang akhwat yang bersalaman saat berpapasan dijalan dan saling berucap Assalamualaikum.

Subhanallah pemandangan yang luar biasa, seberapa banyak pun kesibukan semut, mereka selalu berhenti untuk menyapa sahabat-sahabat yang mereka kasihi dan sayangi. Kuakhiri makanku dengan mengucap Alhamdulillah dan tak lupa niat untuk shaum.

Setelah minum air putih akupun beranjak dari meja makan untuk kembali ke kamar dengan pikiran yang masih tertuju pada tingkah polah semut-semut tadi, tiba-tiba Timbul Tanya dalam hati…sebenarnya apa yang sedang mereka lakukan?siapakah yang menggerakan makhluk dengan panjang hanya 6 milimeter ini??tiba-tiba ada yang bicara “semut-semut itu sedang beribadah kepada Allah, mereka berdzikir kepada Rabb-Nya tanpa henti dengan cara mereka sendiri, dengan bahasa mereka sendiri”. Akupun tercengang mendengarnya, ternyata itu suara si talita (tokoh fiktif dalam pikiranku). Suara-suara burung, ayam,kodok pun satu persatu menghilang ditelan malam, seolah tak ingin mengganggu dialog ku dengan si Talita sayang.

Nie imoet: bagaimana kau tau kalo semut-semut itu sedang beribadah kepada Allah?*bingung

Talita keren: sebenarnya semua makhluk Allah dibumi dan dilangit sedang beribadah kepada Allah, berdzikir dengan bahasa mereka masing-masing,mengagungkan Allah. Termasuk kodok, burung dan ayam yang kamu dengar tadi,merekapun sedang berdzikir. Diangkasa bintang-bintang itupun tak pernah berhenti berdzikir kepada Allah. (Dialah Allah yang menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah.Apa yang dilangit dan di Bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa,m Maha Bijaksana, Al-Hasyr:24).

Nie Imoet : subhanallah, binatang saja senantiasa beribadah bagaimana mungkin sebagai manusia yang dikaruniai akal sama Allah,kita males untuk ibadah. Eh bagaimana dengan semut-semut tadi, langkah mereka begitu mempesona, begitu selaras dan serasi. Seperti apa kehidupan mereka?

Talita keren: yups menurut sumber yang aku baca, semut memang salah satu binatang yang terkenal hidupnya berkoloni dan sarang-sarangnya yang teratur, yang terkadang terdiri dari ribuan semut per koloni sangat selaras dan indah. Semut terbagi atas lebih dari 12.000 kelompok. Jenis semut dibagi menjadi semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut. Satu koloni dapat menguasai dan memakai sebuah daerah luas untuk mendukung kegiatan mereka. koloni semut kadangkala disebut superorganisme dikarenakan koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan. Mereka hidup bersama-sama dengan tugas masing-masing. Ada semut yang bertugas untuk mencari makanan, ada yang punya kewajiban untuk mencari daun sebagai bahan baku rumah mereka. Bahkan dari sebuah video yang aku lihat tentang semut, ada semut yang bertugas sebagai jembatan, tempat lewat semut pekerja jika ada jalan yang terputus..wah keren banget makhluk Allah yang satu ini. Mereka melakukan tugasnya masing-masing dengan penuh semangat dan tanpa lelah.mereka melakukan semua itu bersama-sama sesuai dengan kelompoknya masing-masing dengan sangat baik dan kompak.

Nie Imoet: wuih semut aja bisa bekerja dengan begitu teraturnya, padahal ia hanya makhluk yang sangat mungil.

Talita keren: eh jangan salah Nie..meskipun dia mungil namun semut memiliki potensi yang luar biasa untuk berbagi tugas. Seekor semut pekerja yang baru memasuki masa dewasa menghabiskan beberapa hari pertama mereka untuk merawat ratu dan semut muda. Setelah itu meningkat menjadi menggali dan pekerjaan sarang lainnya, dan kemudian mencari makan dan mempertahankan sarang. Perubahan tugas ini bisa terjadi dengan mendadak dan disebut dengan kasta sementara. Sebuah teory mengapa seperti itu karena mencari makan memiliki risiko kematian yang tinggi, sehingga semut hanya berpartisipasi jika mereka sudah cukup tua dan bagaimanapun juga lebih dekat pada kematian. Pada beberapa spesies semut terdapat kasta fisik — pekerja bisa memiliki ukuran tubuh yang berbeda-beda, Biasanya semut yang lebih besar memiliki kepala yang tidak proporsional besarnya, dan correspondingly rahang yang lebih kuat. Semut seperti ini seringkali disebut semut "tentara" karena rahang mereka yang kuat membuat mereka lebih efektif ketika digunakan untuk bertarung dengan makhluk lainnya, namun mereka masih tetap seekor semut perkerja.

Nie Imoet: wah benar-benar kereeeen…dalam aktivitas kitapun sering terjadi perubahan tugas ya, baru tau ternyata itu karena pemimpin kita sangat tau resiko atau hambatan yang mungkin dihadapi dilapangan. Tapi melihat semut yang mungil itu jadi kepikiran…sebenarnya siapa yang menyuruh mereka untuk melakukan tugas-tugas itu bukankah semut tak memiliki akal?*semakin penasaran

Talita keren: pastinya yang memerintahkan mereka untuk melakukan tugas-tugas itu ya Allah, Pencipta mereka. Pencipta kamu juga. Selain menyuruh mereka untuk melakukan tugas-tugas itu…Allah juga selalu menjaga mereka,memelihara dan memberinya rezeki. Karena taka da satu makhlukpun dibumi ini yang luput darin penjagaan-NYA.

Nie Imoet: *semakin tertunduk

Talita keren: Nie….Semut adalah makhluk hidup dengan tatanan masyarakat yang menakjubkan. Setiap semut dalam koloni melaksanakan tugasnya masing-masing dengan sebaik2nya, tak satupun mempermasalahkan jabatan ataupun tugasnya, yang utama adalah kelangsungn hidup keseluruhan koloni dimana mereka tinggal untuk tujuan ini, masing-masing semut rela mengorbankan nyawa bila perlu, tak seekor semutpun kelaparan.ini karena diantara mereka terdapat kerjasama dan keakraban. Setetes airpun mereka nikmati bersama, benar2 tak mementingkan diri sendiri. Masing-masing menjadi bagian dr sebuah tatanan raksasa.masing-masing mencurahkan segenap pengabdiannya kepada bagian yg dibebankan kepadanya.

Nie imoet: subhanallah makhluk mungilpun bisa jadi bahan renungan untuk kita ya ta, jadi ingat masyarakat modern saat ini, masing-masing sibuk dengan kepentingannya sendiri, mengejar mimpinya tanpa mempedulikan lingkungan sekitar. Kepentingan masyarakat dan orang lain selalu di nomor duakan. Sehingga timbul berbagai macam masalah social seperti kemiskinan,penganguran dan sebagainya. *miris

Talita keren: oleh karena itu mari mulai dari diri kita sendiri Nie,mulai sekarang gak boleh egois, gak boleh cuek bebek.!!! ayo peduli pada sesama juga pada semua makhluk ciptaan Allah. Perlakukan mereka dengan baik.

Nie imoet: inshaallah kita pasti bisa membangun masyarakat yang menakjubkan itu asal kita bersama-sama. Allah pasti menolong kita.

Talita keren: amien. Dan bukan hanya itu nie…semut juga mengajarkn pada kita bagaimana membangun sebuah tatanan masyarakat yang selaras juga kokoh tersebut.

Nie Imoet: oh ya???sesempurna itukah?…semakin menarik neh…lanjutkan. *menyimak dengan seksama*

Talita keren: Pembangunan sarang terlaksana berkat kerjasama yg menakjubkan, tahap pertama dengan mengumpulkan dedaunan yang akan disatukan, semut penganyam bergandengan membentuk rantai hidup,kemudian semut mengusung larva sodaranya yg belum menetas,ia meletakannya persis ditempat dimana daun akan dipersatukan,larva pun mengeluarkan benang yg lengket, semut dewasa tidak mampu menghasilkan benang perekat semacam ini, sang larva kecil memberikan seluruh benangnya, alhasil ia tidak mampu tumbuh dewasa dengan normal, namun pengorbanan tsb bukan tanpa balas budi nie, mereka akan merawatnya disarang hingga akhir hayatnya. Meletakkan dedaunan membutuhkan kerjasama yang besar, sehingga ada semut yang bekerja didalam sarang ada juga yang diluar. Dan lebih keren nya lagi semut tau pada bagian mana daun harus disatukan dan harus direkatkan dengan benang larva. Mereka bekerja dalam satu tujuan yang sama dalam sebuah rancangan yang teramat cerdas, dan ini menunjukkan adanya satu kehendak yg mengarahkan tentang kuasa mengatur mereka, Kuasa Allah sang Pencipta dan Pengatur Alam Semesta ini. didalam Alquran Allah berfirman:

“Allah menciptakan tujuh langit dan dari (penciptaan) bumi juga serupa. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atassegala sesuatu. Dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu (QS. At-Talaq: 12)

Nie Imoet: subhanallah…makasih ya ta atas ilmunya malam ini. Jadi semakin jatuh cinta neh sama semut.

Talita keren : iya sama-sama nie. Semoga semua ini jadi pelajaran bagi kita berdua, bahwa bukan hanya kita yang sibuk, so…jangan pernah merasa paling sibuk atau paling banyak tugasnya, karena kita bukan satu-satunya makhluk yang diberi tugas. Dan jangan melihat besar kecilnya tugas yang diberikan tapi kerjakan tugas yang ada dengan kesungguhan. Dan tentunya dengan penuh kedisiplinan seperti semut-semut itu. Bekerja bersama kelompoknya yang memiliki tugas yang sama. Jika ia sebagai semut pencari daun maka ia pasti bekerja dengan para pencari daun juga. Begitu kompak dan saling bekerjasama mensukseskan amanah yang diemban,serta tak lupa menjaga ukhuwah agar keakraban tetap terjalin sesame partner kerja.

Nie Imoet: Maha Suci Allah… kalo saja semua manusia hidup dalam komunitas yang harmonis seperti semut-semut itu, saling tolong menolong, bahu membahu dalam mencapai tujuan yang sama, pasti kehidupan manusia juga akan serasi, selaras dan seimbang, seperti koloni semut itu. betapa indahnya dunia ini jika itu benar-benar menjadi nyata. Ya Allah…bentuklah kami menjadi generasi yang berjuang dijalan-Mu dalam barisan yang tersusun kokoh, seperti bangunan yang berdiri kokoh juga karuniakanlah pada kami masyarakat yang hidup rukun berdampingan, saling menolong untuk menegakkan Dien-Mu di bumi ini.Kabulkan Ya Rabb*Berdoa sepenuh hati*

02.14

Percakapan kamipun berakhir, si Talita kembali tertidur memeluk gulingnya.

“JANGAN PERNAH BERHENTI BERGERAK, KARENA DIAM BERARTI MATI”

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Alloh sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka."
[QS. Ali Imron (3):190-191]

Menghitung Bintang


bismillahirrohmanirrohim

fabiayyi aalaairobbikumaa tukaddzibaan…

Alhamdulillah malam ini jari-jari tangan masih bisa mengetik, menuliskan segala nikmatMU yang tak terhingga. Mata ini masih bisa melihat layar monitor sehingga bisa membaca apa yang ditulis. Rabb terimakasih atas telinga yang berfungsi dengan baik, sehingga bisa nulis sambil dengerin lubang hati-nya Letto. Allah terimakasih atas gigi yang sehat jadi bisa mengunyah dengan nikmat setiap makanan yang Kau anugerahkan, terimakasih atas nikmat cuci muka, nikmat jalan kaki, nikmat mandi, nikmat mengendarai motor, nikmat memejamkan mata dengan lelap dan terbangun dengan paru-paru yang berfungsi dengan baik. Alhamdulillah.

fabiayyi aalaairobbikumaa tukaddzibaan…

sobfillah pernah menghitung bintang?hmm kalo saya sering…..

jadi teringat waktu di kontrakan bdg, langit malam bandung selalu ditaburi serbuk bintang yang berkilauan. Tak bosan-bosan nya menyapa bintang disana. Milyaran bintang bersinar membentuk rasi-rasi yang indah diatap bumi. Ada satu titik yang begitu terang. Dialah Venus, si bintang timur yang memantulkan cahaya matahari dengan sejuta pesona. Titik-titik yang lain berkelap-kelip memancarkan cahaya, sebagian memiliki spektrum yang sangat kuat, sebagian lagi lemah, sisanya tampak timbul-tenggelam. Dan semua itu membentuk harmoni yang menganggumkan, membuat langit hitam menjadi lautan permata(akhwatzone).

Pernah suatu malam saya menatap langit malam bersama adikku. “ade, sini bantu teteh menghitung bintang” pintaku sambil menatap bintang. “walah-walah gakan kehitung teeh” hehe dia tersenyum sambil mendekat ke arahku. Begitupun dengan nikmat Allah de, takkan pernah terhitung”. Malam itu kami berdua larut menikmati indahnya pancaran cahaya bintang dan hatiku diam-diam berbisik “Subhanallah indahnya”.


Sobfillah, hari ini saya baca buku “Terapi Berpikir Positif, Dr. Ibrahim Elfiky”. Subhanallah saya menemukan data yang sangat menakjubkan tentang potensi manusia.

“akal manusia memiliki 150 milyar sel lebih. Dr.Michael R. Anastasio dari Universitas Harvard menegaskan bahwa untuk menghitung jumlah sel dalam otak dibutuhkan waktu lebih dari lima ribu tahun. Sekali lagi, lima ribu tahun. Akal manusia lebih cepat daripada cahaya padahal kecepatan cahaya 186 mil/detik. Ia punya kemampuan menyimpan lebih dari 2.000.000 informasi dalam satu detik. Mata anda memiliki kemampuan untuk membedakan lebih dari 10.000.000 warna dengan cepat. Penciuman anda memiliki kemampuan mengenal lebih dari 50.000 jenis bau-bauan dalam tempo yang singkat. Indra pengecap anda memiliki kemampuan mengenali banyak benda yang dingin, hangat, manis, pahit, dan berbagai rasa lainnya. Kerja jantungpun sangat mengagumkan, meski tidak pernah anda hitung, ia berdegup lebih dari 100.000 kali setiap hari. Jika energy anda dialirkan ke satu Negara maka akan dapat menghasilkan listrik selama satu minggu.”

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya( QS: Al-Tin:4)

fabiayyi aalaairobbikumaa tukaddzibaan…

subhanallah, allahuakbar…masih mau mengeluh nie?silahkan dan kamu takkan pernah BAHAGIA karena bukan KEBAHAGIAAN yang menjadikan kita BERSYUKUR namun hati yang BERSYUKUR yang menjadikan kita BAHAGIA, Right??????

Nah sobfillah ada yang mau bantu saya menghitung bintang?ups maksudnya menghitung nikmat Alloh. Takkan pernah terhitung ya. Memandang langit malam yang bertabur bintang juga satu kenikmatan yang Allah berikan, coba lihat orang yang terbaring sakit dan dirawat dirumah sakit, ataupun dirawat dirumah, tak bisa dia menkmati indahnya kerlip bintang dilangit. Iya kan?. Dan nikmat termahal yang allah berikan pada kita semua yaitu nikmat iman islam. Alhamdulillah dalam hidup yang hanya sekali ini Allah beri kesempatan untuk bisa mengenal Allah, Mengenal Rasulullah, mengenal kehidupan para sahabat Rasul. Sobfillah yang saya cintai fillah lilah, tiba-tiba saya teringat salah satu cerpen Ustad Pizaro di FB nya, Matinya Sang Ratu Psikologi: Sebuah Cerpen Islamic Worldview (Part I)

Kisah tentang seorang mahasiswi bernama Annisa Santilana, namun ia biasa dipanggil Ana. Seorang mahasiswi yang gila karena mencari Tuhan. Saya tuliskan penggalan ceritanya, simak baik-baik yuuu….:

Satu-satunya mahasiswi ITB yang pindah ke Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) hanya karena penasaran apa betul Tuhan itu ada. Ia mendengar Sigmund Freud berkata dalam skripsi berjudul ”Mimpi dan Aristektur Dalam Kajian Psikoanalisis”, bahwa Tuhan bukan saja relatif, tapi tidak diketemukan. Gagasan khas dari seorang ayah bernama psikologi yang lebih cantik dari Auguste Comte dan Nietszche saat membunuh Tuhan. Rata-rata nilainya saat seleksi masuk UI adalah sepuluh. Menariknya baru satu tahun saja pindah ke Depok, ia berhasil menyabet gelar mahasiswa teladan. Dan dua bulan kemudian, ia keluar sebagai juara penelitian mahasiswa se Indonesia. Ironisnya, setelah bertahun-tahun kuliah mendekam di Psikologi, ia berkesimpulan bahwa Tuhan ternyata memang tidak ada.” Entah kenapa ia menyimpan beberapa perilaku aneh untuk standar wanita dewasa. Ia seperti dipaksa untuk mengetukkan kakinya berkali-kali ke lantai saat keluar kamar. Selain daripada itu, Ana juga memiliki hobi me-restart laptop tiga kali beruturut-turut saat layar monitor menyinari wajahnya: sebuah tindakan aneh dan melelehkan bagi manusia abnormal sekalipun.

Apakah sudah selesai? Belum! Ia divonis mengidap psikosis. Ia dihantui sebuah delusi berupa penglihatan pada bayangan laki-laki soleh menenteng Qur’an. Gara-gara hal itu, ia pernah berdebat dan diakhiri sebuah pukulan kepada kawan laki-lakinya yang tidak percaya ada pemuda soleh berdiri di sampingnya.

Alhasil, serentetan keganjilan seakan ingin membunuhnya pelan-pelan. Ana capek batin meratapi kepintarannya tidak bisa diimbangi dengan personalitasnya. Ana seumpama bukan manusia seutuhnya semata-mata senantiasa dihinggapi gangguan neurosis berkali-kali.”

Tokoh ana semakin aneh dan dia menghabiskan uangnya untuk membeli buku-buku psikology, Ia jatuh hati pada karya The Future of An Illusion karangan Sigmund Freud. Buku itu mengajarkan cara yang cukup unik melihat neurosisnya dan arti kata Tuhan sesungguhnya. Kesimpulan dia tentang Tuhan ”Jadi agama adalah ilusi. Ilusi yang sengaja diciptakan pikiran manusia untuk menghilangkan kecemasan dalam dirinya. Tuhan lahir bukan dalam definisi sebenarnya. Tapi Tuhan adalah konstruk manusia.” Dan dia mengalami depresi akut, Hingga pada malam hari ia berniat bunuh diri. Ia menusuk perutnya sendiri tepat di tengah danau samping Mesjid UI. Dokter dan polisi mewancarai teman-teman kampusnya. Siti mengatakan bahwa Ana mengidap sakit jiwa. Catatan psikolog juga melihat bahwa Ana rajin mengunjungi ruang konsultasi kampus dalam tempo satu dua kali. Setelah kondisi Ana membaik, pihak dokter kemudian merujuk Ana ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Soeharto Herrdjan Grogol.”

fabiayyi aalaairobbikumaa tukaddzibaan…

huuft*tarik nafas panjang, dada terasa sesak, sakit mengingat akan pembangkangan-pembangkangan yang dilakukan selama ini. Astagfirullahaladziim. Nikmat mana lagi yang Kau dustakan?saat kita terlahir kedunia, tangisan pertama menggema, bapa tercinta mengumandangkan adzan ditelinga si bayi, adzan ini mengajarkan pada sang bayi bahwa Allah-lah Yang Maha Besar, Tiada Tuhan yang Wajib disembah selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Dan saat beranjak dewasa Allah membimbing kita untuk kembali mengingat apa yang kita lakukan di alam ruh dulu yaitu melalui firmanNYA di QS.Al-A’raf: 172

“Dan ingatlah ketika TuhanMU mengeluarkan dari sulbi(tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi” (kami lakukan yang demikian itu) agar dihari kiamat kamu tidak mengatakan” sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini”.

Bagi saya ayat ini salah satu wujud kanyaah (baca: kasih sayang) Allah terhadap manusia. Allah mengingatkan manusia tentang apa yang dialaminya di alam ruh agar nanti di akhirat kita selamat. Melalui Alquran, Rasul dan orang-orang Shaleh kita jadi tau bahwa di alam ruh kita mempersaksikan bahwa Allah-lah Rabb kita, pencipta kita. Dan dari pengingatan inilah kita jadi tau juga memahami untuk apa manusia hidup didunia. Kita dibimbing oleh Allah sampai percaya sepenuhnya bahwa Allah adalah satu-satunya Rabb yang wajib di ibadahi, yang ditakuti, yang menjaga kita, yang memberikan rezeki, yang menentukan jodoh, yang memudahkan urusan, yang menyembuhkan setiap penyakit, yang mengatur hidup kita. Saat kita yakin hanya Allah-lah yang memberi kita rezeki maka taka da lagi kekhawatiran untuk memiliki anak dua, atau tiga atau empat atau lebih dari itu, karena Allah yang mengatur rezeki setiap hambaNYA, karena Allah yang memelihara anak-anak kita. Lho ko jadi bahas anak ya. Hehe maaf sobfillah, ini gara-gara saya baca buku Faudil Adzim yang Positive parenting. Jadi keingetan deh. Bahkan Perintah untuk mengabdi kepada Allah sepenuhnya dan mengikuti (baca:berittiba) Rasul itupun termasuk kasih sayang Allah, karena dengan perintah itu Allah memberikan banyak potensi pada hambanya, saya, kamu, dan kita semua. Potensi jasadiyah, ruhiyah dan akal, karena itu manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna. Adanya kita di dunia, itu karena allah ingin kita ada, kita yang terpilih.

Subhanallah ini nikmat bukan? nikmat ya. Nikmat termahal dalam hidup kita. Nikmat menjadi insan yang terpilih untuk mengemban amanah yang gunung-gunung saja menolaknya. Nikmat bisa mengenal Allah tanpa harus kehilangan akal sehat kita seperti tokoh Ana dalam cerpen-nya ustad Pizaro. mengenal Allah tanpa harus kehilangan akal sehat, malah mendapatkan banyak sodara dan sahabat. nikmat iman islam ini takada bandingannya dengan apapun, meski ditukar dengan segunung emaspun saya takkan mau. Kalau gamau ditukar dengan apapun lalu apalagi yang dikhawatirkan?lalu kenapa masih saja cemas dengan apa yang belum nie dapatkan??astagfirullah..syukuri saja nie apa yang ada dalam genggaman!!.

Doakan saya ya sobfillah, agar saya selalu bisa bersyukur kepada allah atas segala nikmatnya.sekecil apapun. Doakan saya juga agar tetap istiqomah dalam iman islam hingga ajal menjemput. Amien ya Rabbal alamien. Saya juga akan selalu mendoakan sobfillah semua agar selalu dijaga iman islamnya hingga akhir nanti. Dan mengumpulkan kita semua di Jannah-NYa. Amien. kabulkan ya Rabb.*berdoasepenuhhati*

*sobfillah mari kita tarik nafas dalam-dalam dan lepaskan…, nikmat ya. Alhamdulillah

fabiayyi aalaairobbikumaa tukaddzibaan…

maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan? Maha Suci Allah, kalimat ini Allah sebutkan dalam surat Ar-Rahman sebanyak 31 kali. Allahuakbar Allah pasti ada maksud, ada makna. Pasti. Saya jadi ingin menuliskan sedikit terjemahan surat Ar-Rahman. Mari kita sama-sama tafakuri.

Allah Yang Maha Pengasih(1), Yang telah Mengajarkan Alquran(2), Dia Menciptakan manusia(3), mengajarnya pandai berbicara(4), matahari dan bulan beredar menurut perhitungan(5), dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk(kepadaNYA)(6), dan langit telah ditinggikan-NYA dan Dia ciptakan keseimbangan(7), agar kamu jangan merusak keseimbangan itu(8), Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu((9), Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk Makhluk-Nya(10), didalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang (11), dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya(12), maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?(13).

Kepala ini semakin tertunduk malu, allah maaf sering mengeluh, sering merasa tidak cukup, selalu merasa kurang, Allah maafkan selama ini sering tidak bersyukur. Astagfirullahaladzim. Padahal selama menulis inipun sudah tak terhitung lagi nikmatMU, berapa kali mata berkedip, berapa kali jantung ini berdetak, berapa kali menghirup nafas, dan semua itu GRATIS. Belum lagi nafas gratis yang kemaren-kemaren,, kedipan mata dan detak jantung sejak kita terlahir hingga detik ini. penjagaanNYA, pertolongan, kemudahan, kehadiran orang tua yang sayang sama kita, kaka-kaka yang perhatian, sahabat-sahabat luar biasa yang melengkapi hidup kita, kenikmatan yang Allah hadirkan saat ruku dan sujud. Ya Allah, Ibadahku seumur hidup pun takkan mampu membalas semua kebaikanMU.

sobfillah, tidak bisa menulis lagi..selain hanya ingin berkata:

"........Alhamdulillah......Alhamdulillah......"

Dengan bersyukur, anda akan lebih menikmati hidup yang
hanya sebentar ini