RUMAH SEMANGAT

Semangat Yeni

Senin, 15 Agustus 2011

Ramadhan Bulan Pembinaan Ummat

Bismillahirrohmaanirrohiim

Pembinaan dalam islam adalah pembinaan sepanjang zaman. Tidak seorangpun yang terbebas dari kewajiban pembinaan. Semakin tinggi derajat seseorang akan semakin besar tantangan yang dihadapinya. Untuk itu ia makin butuh pembinaan. Sungguh bahagia orang yang selalu butuh pembinaan dan celakalah orang yang tidak membutuhkannya lagi.

Bagaimana diri merasa telah sempurna,padahal Nabi yang mulia senantiasa bermohon ampun kepada Khaliqnya seratus kali dalam sehari semalam, demikian pula sahabatnya, Abu Bakar yang bergelar Ash Shiddiq selalu menangis tersungkur dan sujud ketika ingat bahwa sakaratul maut dengan rasa sakitnya dapat menggoyahkan iman dan islam seseorang. Demikian pula Ali bin Abi Thalib sering pingsan dalam dzikir dan doa nya.

Pembinaan dalam islam berarti bimbingan dalam upaya penghapusan dosa, kesalahan, kekhilafan, dan kekeliruan di masa lampau. Pembinaan dalam islam berarti upaya mengganti kesalahan-kesalahan itu dengan kebajikan dan bakti.pembinaan dalam islam adalah pengerahan seluruh potensi diri (aqlun, qalbun, dan nafsun) dan hartanya untuk kejayaan al islam. pembinaan dlm islam merupakan pembekalan diri, keluarga,masyarakat, dan seluruhummat dengan taqwa yang menghantarkan ummat ini menjadi ummat khair yang dibanggakan Allah dan Rasul-NYa. Pembinaan dalam islam berarti pembinaan untuk menemukan makna hakikiyah dalam syahadahnya, yang dengan itu terlahir amal dhahir(thaharah, shalat, zakat, shaum dan haji) dan amal bathinnya.

Terkadang pembinaan berbentuk bimbingan,petuah, pengajaran, dan pemberian petunjuk-petunjuk risalah. Dipihak lain justru kita dibiarkan agar perlahan-lahan tumbuh dewasa dan menemukan jati diri. Pembinaan dapat merupakan doktrinasi, tetapi dilain waktu kita disuruh untuk menatap,menterjemahkan, dan memecahkan sendiri rahasia kehidupan yang ditemukan.

Bershalawatlah kepada Rasul yang mulia, Nabi Muhammad SAW, dan renungkanlah bagaimana beliau membina ummat dari bahan baku para jahili menjadi ummat terbaik yang pernaah ada di bumi milik dan kepunyaan Allah ini.

Renungkanlah kembali kehidupan di Madinah Al Munawwarah, yang ada adalah masjid Nabi tempat ruukuk dan sujud bersama, tempat menjelaskan wahyu-wahyu Illahi, tempat mengadu kepada Rasul dan tempat bertobat. Yangada hanyalah pasar tempat tausiyah sambil mencari nafkah. Disela-sela berkebun, ada obrolan Tanya jawab dan diskusi tentang diri dan masyarakat islam, tentang evaluasi diri dan keluarga. Tempat memikirkan jalan keluar dari berbagai hantaman dan fitnah yang dibuat oleh kaum kafirin. Yang ada hanyalah bukit dan dan lembah gersang tempat Rasul dan para sahabat berjalan mentafakuri alam, tempat mengukur kemampuan dan ketabahan diri.

Sungguh pembinaan di zaman Nabi tidak mengenal tempat dan waktu. Dimanapun dan kapanpun wahyu Allah-lah yang diperdengarkan, Alquran-lah yang dibicarakan, petunjuk Rasulullah-lah yangmenjadi ukuran. Tiada nafas tanpa tasbih, tiada nikmat tanpa syukur, tiada permulaan amal tanpa basmallah, tiada pertemuan tanpa salam, tiada pembicaraan tanpa senyum dan keramahan, tiada kesalahan tanpa istigfar, tiada dosa tanpa tobat, tiada perselisihan tanpa ishlah.

*wah puanjang juga ternyata…..tetap semangat Nie!!!!!

Lanjuuut ah ngetiknya…..

Pembinaan di zaman Rasulullah tidak mengenal umur, jabatan dan kedudukan,kepintaran dan kekayaan,wajah dan keturunan. Yang tua mengasihi dan menyayangi kepada yang lebih muda, yang lebih muda menghormati dan menghargai kepada yang lebih tua. Yang kaya siap dengan tangan dermawan nya, sementara yang miskin memelihara diri dari meminta-minta. Yang berilmu dengan kearifan dan rendah hati menabur dan menebar mutiara ilmu dan hikmah, dipihak lain yang tidak berilmu giat berta’lim dan menghormati guru. Pimpinan dengan adil bijaksana dan penuh kasih sayang melayani,membimbing,memerintah dan mencegah ummat. Sebaliknya ummat dengan kepatuhan,loyal dan khidmat mendengar tausiyahnya,memperhatikan ajarannya,mematuhi aturannya, mentaati perintah dan menjauhi cegahanya.

* Subhanallah, indahnya hidup dlm masyarakat islam.

Ya Allah Yang Maha Melihat lagi Maha Mendengar, akankah kami yang hina dan terpisah jauh dari Rasul-MU yang mulia, mewarisi masyarakat dan kehidupan seperti itu????Ya Rabbi masih adakah kemungkinan kami merubah diri???Ya Allah….kami yang banyak dosa, mungkinkah Engkau ampuni. Kami yang tidak menyayangi yanglebih muda, dan tidak menghormati yang lebih tua, mungkinkah Engkau lindungi? Kami yang malas belajar mungkinkah jadi seorang alim? Kami yang tidak kasih sayang terhadap ummat, mungkinkah malaikat mendoakan? Kami yang tidak taat dan patuh,mungkinkah menddapat syafaat kelak?oleh karena itu, ya Illahi, ampunilah hambaMU ini dan turunkanlah kemurahan-MU kepada kami semua di bulan Ramadhan ini.

Ikhwan,akhwat fillah, ‘alallah,ilallah dan lillah…mudah-mudahan shaum ini, Ramadhan ini, di tahun ini kami akan mendapat binaan, tempaan, ampunan, keridhaan, berkah dan rahmah yang sebesar-besarnya dan mudah-mudahan kita diberi kekuatan untuk mendapatkannya, inshaallah, Amien.

Rasulullah SAW selalu menyambut Ramadhan dengan sambutan:

“Selamat datang, wahai yang mensucikan, telah datang kepdamu Ramadhan, bulan yang mengandung barakah, dalam bulan dimana Allah SWT melindungi kamu, menurunkan Rahmat, menghapuskan kesalahan-kesalahan dan mengabulkan doa kamu.perlihatkanlah kepada Allah kebaikan yang timbul dari diri kamu.maka celakalah orang-orang yng menentang Illahi”

Dikutip dari buku “Ramadhan Bulan Pembinaan Ummat” , Abu Miqdar Sibghotullah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar